Beranda

Kamis, 12 Juli 2012

Tamansari Water Castle

Bulan lalu, seperti biasa, saya dan seorang kawan baik saya melepaskan hasrat jeprat-jepret! :) 
Tidak mungkin mengambil lokasi diluar Jogja karena waktu yang tidak memungkinkan, toh di Jogjakarta memang masih banyak objek wisata te-o-pe buat hunting foto. Dan lagi-lagi tempat yang kami pilih adalah *jeng-jeng* Tamansari water castle. Disana emang selalu bikin suasana lebih kece buat foto-foto, sekalian memperdalam kemampuan motret kawan saya ini yang kayaknya juga semakin super, dibanding kemampuan saya yang dibawah rata-rata. Hasil jepretannya selalu membuat saya terlihat cantik dan elegan dalam busana apapun, hahaha :)
Let's see!


numpang eksis pake kamera pinjeman :D


choose one beautiful ekspression

'nggilani' face :))
singgah di jalan Waroeng loekisan, menuju terowongan
terowongan Taman Sari

Truthly, this is first time i wear pink outfit, high heels and pashmina hijab like that. Hahaha, still cupu, isn't it? Tapi hasil fotonya tetep oke banget, thank's so much buat Kunthi as photographer, 
 i love it! :)

Selamat sore, selamat menikmati senja,
Jepret,
.Sayacantik.

Hujan :)



Page Graphics, Tumblr Graphics

Jumat, 06 Juli 2012

Aku, Penjahat!


Jika secercah cahaya itu ada,
Mungkin aku selalu menganggapmu datang.
Ketika matahari berhenti memberikan sinar,
Mungkin aku tetap menganggap kamu sebagai penerang.
Jika bangku itu hanya cukup untuk sepasang pantat,
Mungkin aku kekeh meyakini bahwa kamu akan merelakannya untukku.
Bukankah itu manis?
Iya buatmu.
Tidak buatku.
Semua yang kau sembahkan seakan menganggapku sebagai berhalamu,
Semua yang kau sediakan justru membuatku silau.

Tolong, aku ini penjahat, bukan malaikatmu.
Berhenti untuk mendewikanku padahal kamu melihat lumpur pekat yang tak henti menempel di sekujur tubuhku.
Kamu tak buta kan?

Surgamu itu sangat mematikanku,
Tolong, per-gi-lah...



Kamis, 05 Juli 2012

Hari ini dan Es Cendol

Siang Tuhan,
ah, hari ini banyak sekali hal yang membingungkan.
dan semuanya belum sempat terselesaikan, karena.. yah, volume otakku sedang tidak dalam mood yang baik untuk memikirkan solusi terbaik.
Penat.
Bosan.
Semuanya terasa sempit dan menjemukan.
Kepalaku rasanya banyak polusi, dan sangat membutuhkan oksigen bebas saat ini.

hah,
sure, i really need holiday!
~.~

okeh, kalau mood lagi nggak bersahabat biasanya nulis pun jadi ogah-ogahan dan buntu ide.
intinya, cuma pengen said hello aja dengan tampilan blog baru, hihihihi..
*salah satu cara mengatasi kebosanan tingkat dewi!

selamat makan siang,
kayaknya enak nih kalau makan yang sayur-sayur macam gado-gado minumnya es cendol
Es cendol paling jos yaa di Malioboro :)

sincerelly,

Jumat, 23 September 2011

Episode tentang Pria Langka

Pagiii... Apa kabar harimu? semoga menyenangkan yah!!  :D
Okey, dini hari seperti biasa, rasa-rasanya ingin segera berbagi cerita ini, beberapa hal yang menurutku menarik dan well, LANGKA! hahahaha.. semoga julukanku nggak terlalu berlebihan.
Allright, makhluk yang namanya lelaki, dimana-mana yang aku tau, terkadang sering menutupi ketidakmampuannya dengan ke (sok-sok) mampuan, keburukan dengan kebaikan, kelemahan dengan kekuatan. Sampai terkadang, tak sedikit para wanita yang bilang kalau pria lebih suka menjaga image dibanding mereka.
Tapi pandanganku nyaris berubah penuh, gara-gara ada orang yang nyasar jadi temenku. Kenapa? karena sepertinya jarang-jarang ada makhluk kayak gini, hihihiii. Sebut saja ingus. Nama samaran, buruk, seburuk orangnya, ahahaha...
Ingus ini teman yang aku kenal penuh dengan kejutan. Bukan karena dia sering ngasih aku hadiah atau surprise yang bisa bikin aku teriak so sweet dan sejenisnya, tapi karena kejutan dia hanya berupa cerita. Sepotong cerita pendek yang mengagumkan. Asli!
Akan aku jelaskan alasannya. Pertama, dia teman yang sangat melindungi ibunya, tapi alasan yang dia katakan bukan karena beliau orang yang melahirkan, sudah merawatnya, atau karena surga ada di telapak kaki ibu. Bukan, sama sekali bukan itu. Tapi sangat tak terduga, dia begitu mencintai sosok ibunya, karena ibunya berani meninggalkan ayahnya untuk kehidupan yang lebih baik. Hanya karena ibunya masih mau mengakui dan melindunginya sebagai anak setelah sekian banyak minuman keras, kebandelan, dan kebrutalan yang dia lakukan. Dan salutnya, karena ibunya telah membiarkan dia memilih agamanya sendiri, agama yang justru peninggalan ayahnya (ayahnya yang punya keasikan tersendiri ketika memukul punggungnya, atau mengikatnya di dalam kamar dan meninggalkannya bermain judi).

Sabtu, 19 Februari 2011

Temukan Kebahagiaan Dengan Teh

Tadi malam, (eh, malam apa sore ya, lupa! hehe..), saya iseng melakukan kebiasaan lama kalau lagi sendirian di rumah. Saya akan ceritakan dengan sedikit gaya dramatis,ahaha.. Mulai dari berkeliling rumah, lalu nyasar ke dapur, dan terpikir buat ngambil gelas kosong, dan membubuhi gula, lalu menuangkan air panas di dalamnya. Setelah itu mengambil teh celup dari dalam kotaknya, dan meletakkan ke dalam gelas.
Saya jadi ingat, sejak SMP, kebiasaan itu begitu sering saya lakukan diiringi dengan kebiasaan saya begadang atau karena memang tidak bisa tidur. Dulu, saya tidak akan bisa tertidur sebelum saya minum teh lebih dulu. Tiba-tiba saya berpikir, segitu dahsyatnya ya kekuatan teh buat saya pribadi, apa buat orang lain sama halnya? Saya cek-cek dan browsing, ternyata benar. Khasiat teh begitu banyaknya dan macamnya. Kita bisa temukan teh gingseng, teh hijau, teh hitam, teh tarik, sampai teh celup yang sudah banyak dijual di pasaran. Seorang teman saya justru sering sekali mengajak saya kuliner teh, mencoba berbagai minuman teh di berbagai warung hanya untuk bilang, ”ini rasanya teh jawa”, atau ”mantap banget deh teh naga-nya”. Sering juga dia bilang, ”ini sih teh sariwa*** biasa”. Yahh, i got it! Poin kedua, ternyata ada orang yang juga begitu menjiwai minum teh. Kalau ayah saya, paling suka teh melati, sedangkan ibu saya paling suka teh dengan gula batu, atau teh tawar. Mungkin dari situ juga saya jadi menuruni bakat penjiwaan teh. Apalagi kalau sedang sakit, obat paling mujarab untuk sembuh cuma satu : teh panas campur jeruk nipis buatan ibu saya. Bisa dicoba dan dibuktikan,ehehe..
Di Jepang, sehari-hari masyarakat "Negeri Sakura" akrab dengan teh hijau dan mengasupnya sesering kita minum teh hitam. Begitu dalamnya filosofi teh dalam budaya Jepang. Bahkan, mereka punya upacara minum teh.

Rabu, 02 Februari 2011

[Episode 2]

Gontai. Hari ini Ara enggan kemana-mana. Langsung kembali menaiki bus dengan jalur yang sama seperti tadi, kembali. Merencanakan ulang apa yang harus dilakukan di sisa jam nanti, agar tak terasa perut yang lapar, agar tak terdengar cacing yang berdendang. Hmm... tidur seharian sampai maghrib? atau membaca beberapa novelnya untuk kelima kali? atau... apa lagi?
Hhhh..
Hembusan nafas itu kembali, masih ditempat duduk yang sama. Ibu, sampaikan pada Tuhan, aku membutuhkanmu, Ibu...
Lagi-lagi disambut dengan jalan becek, gang sempit, dan gerombolan anak-anak berseragam merah putih yang lesu sepulang sekolah. Kesibukan warga sekitar yang memang sengaja dipekerjakan oleh juragan angkringan mulai terlihat. Membuat adonan gorengan, memotong daun pisang untuk bungkus nasi, diselingi dengan celoteh dan berita terbaru dari sebuah infotainment di televisi yang sengaja di putar keras-keras agar semua yang bekerja bisa mendengar.

Rain Cloud