Beranda

Tampilkan postingan dengan label Novel. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Novel. Tampilkan semua postingan

Rabu, 02 Februari 2011

[Episode 2]

Gontai. Hari ini Ara enggan kemana-mana. Langsung kembali menaiki bus dengan jalur yang sama seperti tadi, kembali. Merencanakan ulang apa yang harus dilakukan di sisa jam nanti, agar tak terasa perut yang lapar, agar tak terdengar cacing yang berdendang. Hmm... tidur seharian sampai maghrib? atau membaca beberapa novelnya untuk kelima kali? atau... apa lagi?
Hhhh..
Hembusan nafas itu kembali, masih ditempat duduk yang sama. Ibu, sampaikan pada Tuhan, aku membutuhkanmu, Ibu...
Lagi-lagi disambut dengan jalan becek, gang sempit, dan gerombolan anak-anak berseragam merah putih yang lesu sepulang sekolah. Kesibukan warga sekitar yang memang sengaja dipekerjakan oleh juragan angkringan mulai terlihat. Membuat adonan gorengan, memotong daun pisang untuk bungkus nasi, diselingi dengan celoteh dan berita terbaru dari sebuah infotainment di televisi yang sengaja di putar keras-keras agar semua yang bekerja bisa mendengar.

Jumat, 28 Januari 2011

[Episode 1] Ini tentang Cemara!

Aku hanya ingin mencintaimu.
selalu. dengan sederhana.
tak bersyarat.
tak berderajat.

Bait puisi itu tak henti-henti bergaung dalam pikiran Cemara. Ribuan kali kertas lusuh yang tersimpan rapi dalam buku harian terakhirnya itu dibacanya. Bahkan Ara tak perlu lagi membacanya teliti, karena setiap kata disetiap spasi itu telah dihafalnya. Fasih. Diluar kepala. Satu-satunya puisi yang paling dia gemari, selama hidup mungkin. Tak pernah ada dalam kamusnya untuk berubah menjadi seorang pribadi romantis, yang mengumbar kata-kata "menye-menye", yang berusaha terharu dengan sajak-sajak tiap kalimat yang biasanya justru memunculkan banyak persepsi. Satu orang, satu persepsi. Buatnya itu sulit dimengerti. Ara lebih suka tanpa basa-basi. Apapun, lebih baik langsung menuju pada masalah inti. Tapi selembar puisi itu lain. Puisi itu bisa disebut istimewa, walaupun untuk mengetahui seberapa besar keistimewaannya harus diawali dengan kata t-e-r-l-a-m-b-a-t.

Rain Cloud