Gontai. Hari ini Ara enggan kemana-mana. Langsung kembali menaiki bus dengan jalur yang sama seperti tadi, kembali. Merencanakan ulang apa yang harus dilakukan di sisa jam nanti, agar tak terasa perut yang lapar, agar tak terdengar cacing yang berdendang. Hmm... tidur seharian sampai maghrib? atau membaca beberapa novelnya untuk kelima kali? atau... apa lagi?
Hhhh..
Hembusan nafas itu kembali, masih ditempat duduk yang sama. Ibu, sampaikan pada Tuhan, aku membutuhkanmu, Ibu...
Lagi-lagi disambut dengan jalan becek, gang sempit, dan gerombolan anak-anak berseragam merah putih yang lesu sepulang sekolah. Kesibukan warga sekitar yang memang sengaja dipekerjakan oleh juragan angkringan mulai terlihat. Membuat adonan gorengan, memotong daun pisang untuk bungkus nasi, diselingi dengan celoteh dan berita terbaru dari sebuah infotainment di televisi yang sengaja di putar keras-keras agar semua yang bekerja bisa mendengar.
