Selasa, 29 Oktober 2013
Jalan Pulang, Bertiga :)
Minggu, 01 September 2013
Antara Aku dan Kamu
Setidaknya jarak yang ada dari aku menuju kamu dilengkapi tombol Undo dan Backspace,
untuk mengembalikan momen yang menyenangkan tapi sudah lewat,
dan untuk memutar balik momen ketika aku bisa bertemu mata dan membagi senyumku padamu...
Setidaknya jalan antara rumahku dan rumahmu dilengkapi satelit penangkap sinyal,
agar aku tau ketika kamu akan datang mendekat dan ingin menghampiriku tapi malu...
Sabtu, 18 Mei 2013
Rindu part #sekian
Kamis, 07 Maret 2013
Teorema Pagi
Kamis, 21 Februari 2013
Rindu Saja
Kamis, 07 Februari 2013
Surat Cinta : Cintaku Seperti Air Laut, Bu!
Selasa, 04 Desember 2012
Hanya Ingin Sederhana, Mencintaimu!
1:10
plis.Allah.pliiss.KLIK!
>.<
Minggu, 25 November 2012
Opera Rindu = Sabun Merah

Babak belur.
Adegan itu terjadi berulang,
Menohok, menusuk, dan terakhir bagaikan tersiram air raksa,
Mati rasa.
Dalam hitungan 5 hari sekali,
Sabun merah selalu berganti,
Aroma semerbak wangi,
Dari sabun merah slalu melingkupi,
Walau sabun tlah berganti warna warni,
Jelas, di kamar mandi.
Sabun merah bebal.
Tak ingin diduakan, slalu berusaha menyisakan segaris,
Merelakan secuil, gratis,
Untuk ditinggalkan dalam sekotak kecil didinding,
Bak selebritis, anggun dan manis.
Bayangkan, ketika sihir merubah sabun merah seperti gumpalan, yang berdegup sensitif layaknya kulit, tanpa meraba bisa merasa.
Yang membandel bagai noda yang terus menempel walau tlah dibasmi.
Yang tersisa rapi tak pernah luntur meski masuk loundry.
Percayakah, ketika tersebut sabun merah layaknya rindu, melebam, merona, menemukan sendiri caranya,
Menepis asa, walau nyatanya tak kunjung bersama.
Rindu yang entah bagaimana,
Persis sabun merah yang menanti rasa.
Opera usai, tapi rindu terus tertuai.
Apa mau dikata?
Minggu, 18 November 2012
Dear Kesibukan-mu,
Kamis, 15 November 2012
Hujan Waktu Dulu
Selasa, 28 Agustus 2012
Dear Rasa,
Dear rasa,
kamu pasti bisa melihat para pejuang itu,
yang berlarian di bawah hujan,
seakan tak peduli basah,
hanya untuk mengejar waktu,
mengejar momen terindah bertatap mata,
lalu sekedar berlalu malu,
untung-untung bisa berucap "Hai"..
bagi mereka, siang berlalu lama,
malam ingin terus purnama,
dan menanti pagi selalu tak biasa,
bukan soal apa yang paling berat,
hanya saja yang terberat ketika menanti,
adalah membunuhmu,
membunuh rasa,
yang tak bisa dijabarkan, dan tak tertuliskan melalui aksara..
Dear rasa,
bagimu segala sesuatu ditentukan waktu,
sama halnya dengan ini,
para pejuang dan aku,
bergulir bersamaan,
satu keinginan,
memusnahkanmu,
membuang rasa,
rasa yang biasa kita sebut,
R I N D U
.Saya yang membunuh malam.
1:08
backsound : ost. Love Rain









