Malam blogreads, semangat Jumat! ^_^
Awal bulan Oktober 2012 kemarin, tepatnya hari Senin tanggal 8, aku diajak dua sahabatku mengunjungi Festival Seni Internasional 2012 yang baliho nya nggak sengaja kami lihat setiap kami perjalanan menuju kampus.Waktu itu sore-sore agak mendung. Yang kami tau, FSI diadakan di Pusat Pengembangan dan Pemberdayaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan (P4TK) Seni dan Budaya Yogyakarta. Modal nekat, karena kita memang belum tau lokasi yang sebenarnya. Setelah tanya sana-sini, akhirnya ketemu juga, walaupun ketinggalan acara pembukaan.
Event ini menampilkan berbagai macam ekspresi olah seni, baik itu dari dalam negeri maupun luar negeri. Banyak yang dipamerkan disana, tapi karena aku dan teman-temanku lupa bawa kamera, alhasil foto-foto hasil jepretan kami -dengan kamera HP- tidak secerah foto profesional biasanya, hahaha :D
Pamerannya antara lain lukisan, hasil kerajinan tangan dari barang-barang unik seperti kulit buah, tanah liat, jerami, dll. Lalu penampilan-penampilan yang disajikan juga cukup menarik (walaupun hanya sempat baca di berita, tempatnya jauh bok dari rumah xD), seperti pertunjukkan guru-guru, seni tari, festival band, seni hiburan masyarakat (Soreng Temanggung, Topeng Panji Klaten, Jathilan Klidon, Kethek Ogleng Wonogiri, Lengger Banyumasan), juga ada Bazar seni.
Adapula eksibisi seni pertunjukan internasional yang dipentaskan oleh
para seniman mancanegara, beberapa diantaranya meliputi Milinium Thais
(Timor Leste), Jocelyne Montpetit (Kanada), Kolaborasi Mohd Yusoff
Bakar (Malaysia) dan guru produktif seni teater, kolaborasi Anouk Wilke
(Belanda) dan guru produktif seni tari, Fernando and Friends (Costarica
Indonesia), Attri Dance Foundation and Jiggir Banghra (Singapura),
Pacific - Africa Students Dance Dance Troupe (Gambia, Papua Nugini,
Namibia, Fiji, Manuatu, Madagaskar) serta Jemek and Estafania Pafino
(Indonesia Venezuela).
Festival ini diselenggarakan selama 5 hari, mulai tanggal 8-12 Oktober 2012. Pengunjung yang ramai datang masih berasal dari sekolah-sekolah dan masyarakat terdekat. Sebenarnya event internasional seperti ini sangat sayang untuk dilewatkan, akan tetapi banyak masyarakat yang masih merasa awam sehingga menjadi malas untuk mengunjunginya. Aku mengalami sendiri sih, lukisannya memang bagus-bagus, termasuk hasil kerajinannya, tapi banyak dari hasil karya tersebut yang aku belum paham maksud yang tersirat didalamnya. Hahaha.. tapi yang penting tetap menghargai karya anak bangsa, ya kan ya kan? hihihihi :)
Jengjeng, ini beberapa hasil jepretan amatiran tangan kita, semoga nggak mengurangi keinginan buat datang ke Festival sejenis tahun depan yaa :))



